Powered By Blogger

Selasa, 17 September 2019

pemikir

kursi kantor yang bahagia karena telah diduduki orang yang bersyukur terhadap tuhan, serta meja sebagai tameng dan mouse sebagai tangan, anggaplah monitor sebgai tubuh dan keyboard tak behenti mengoceh, oke cpu lu sebagai otak, jadi aku siapa?
aku menjalankan mereka "komputer" layaknya manusia, dengan bahasa yang baik, serta tingkah laku yang menurutku melebihi kehidupan asliku, dulu waktu kecil orang negara ini adalah manusia, mirisnya entah mengapa setelah mereka dewasa, apakah jalan menjadi manusia ini yg telah mereka pilih, maksudku hanya sedikit segelintir yang telah menjadi manusia setelah mereka menjadi dewasa, dan sisanya hanya menjadi "robot" yang takluk akan pembuat aturan, bodoh yaitu si tamak,
aku tidak baik, tidak bnyak yang bisa aku contohkan untuk sekitarku, tapi aku mngerti permasalahan yang menurutku kelam ini, kasihan generasi mendatang harus merasakan beban kebodohan yang terlapisi tembok maha besar, ditambah lingkungan yang sama bodohnya,
aku suka menjadi pemikir,
-bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar