aku sekarang lagi diam dirumah angin kipas berhembus ke muka diiringi menerbangakan asap rokok yang keluar dari mulut, aku sekarang sudah menikah dan yang kurasakan 50 persen kehidupanku berubah drastis, dan kadang kalo ditinggal terbang sifat asalku kembali lagi, merokok didalam rumah dan makan banyak, tapi 50 persen yang terjadi pada diriku aku bertambah rajin dan lebih berfikir visioner serta berhati hati dalam bertindak, dibulan kemarin corona melanda yang menyebabkan banyak orang kelimpungan soal ekonomi, begitupun aku, sudah 3 bulan kemarin aku mengambil sedikit demi sedikit uang tabunganku untuk membeli keperluan sekunder,,,
aku menyadari ini sangatlah menyiksa untuk semua orang karena bencana kali ini tidaklah terlihat dan dapat menyatu dengan udara, kami pun setiap meninggalkan rumah selalu menggunakan masker, serta banyak juga dari teman sekantorku yang di phk sepihak dari perusahaan, apakah semua ini adalah konspirasi atau semua ini adalah nyata,
apabila keadaan saat ini hoaks maka oknum minoritas yang terlibat sangatlah brilian, tahukah kamu semua orang takut dengan virus ini kecuali orang yang tinggal di hutan jauh dari media informasi, mereka mungkin hanya takut kepada tuhan dan takut agar tidak makan esok hari, dan aku pun bahagia apabila keadaan seperti ini bayangkanlah apabila semua ini masih dalam zona merah, karbondioksida yang dihasilkan dari kendaraan ataupun mesin dari perusahaan akan menurun drastis, oksigen dari pohon pun akan meningkat, tempat hiburan akan ditutup, pendidikan ada dirumah, kita seperti kembali ke titik sebelum adanya zaman modern
terkadang aku muak dengan semua hal yang terjadi saat corona belum melanda, semua orang tidak berhenti bekerja mencari uang, berambisi bahkan mayoritas tamak, mereka minoritas makan enak menghamburkan uang, bersenang senang ketawa berbahagia menggunakan baju indah mereka, tapi lihatlah wabah ini tak mengenal kasta tidak mengenal gender dan juga tak mengenal manusia manapun yang ada didunia ini, sebuh mahluk kecil tak terlihat kasat mata tetapi bisa menyatukan menundukan semua manusia dengan agar selalu dekat dengan keluarga terdekat, dan selalu mengingat Tuhan, akal manusia hanyalah secuil dari kehebatan alam semesta
Hanya catetan orang ambivert yang mengingatkan dikala amnesia dan fitnah dajjal melanda
Sabtu, 11 Juli 2020
Sabtu, 04 April 2020
udah lama banget gue ga nulis sesuatu diblog gue tercinta, memang blog ini sepi dari pengunjung tapi ga apalah, lagian gue sangat sibuk akhir" ini,
btw sekarang gue udah lamaran sekarang, dan perempuan yang beruntung itu bekerja sebagai pramugari sekarang dimaskapai sebelah, gue bersyukur banget punya calon istri kayak dia, dia itu cantik rajin masak, jago make up, setiap dia terbang dia bawain gue oleh oleh, dia pun religius dan berasal dari keluarga baik yang religius juga, dia adalah anak pertama dari 3 bersaudara, dia mempunyai 2 adik yang baru lulus kuliah dan satu masi sma, wkkw gue gak nyangka bakalan nikah ama dia karena pertama gue ketemu ama dia, dia acuh ama gue, waktu iitu ceritanya gue niatnya mau jalan ama 2 temen gue cabin batik, pas setengah jam lagi mau berangkat, temen gue cabin lion maksa pengen ngikut dan dia maksa temenya juga, mau gamau gue iyain karena kasian gue jarang ketemu ama dia, berangkatlah kita ke mall karawaci berlima dengan 4 cewe dan gue cwo sendirian, nah perjalanan calon pacar gue itu termenung aja liatin jalanan, yang
btw sekarang gue udah lamaran sekarang, dan perempuan yang beruntung itu bekerja sebagai pramugari sekarang dimaskapai sebelah, gue bersyukur banget punya calon istri kayak dia, dia itu cantik rajin masak, jago make up, setiap dia terbang dia bawain gue oleh oleh, dia pun religius dan berasal dari keluarga baik yang religius juga, dia adalah anak pertama dari 3 bersaudara, dia mempunyai 2 adik yang baru lulus kuliah dan satu masi sma, wkkw gue gak nyangka bakalan nikah ama dia karena pertama gue ketemu ama dia, dia acuh ama gue, waktu iitu ceritanya gue niatnya mau jalan ama 2 temen gue cabin batik, pas setengah jam lagi mau berangkat, temen gue cabin lion maksa pengen ngikut dan dia maksa temenya juga, mau gamau gue iyain karena kasian gue jarang ketemu ama dia, berangkatlah kita ke mall karawaci berlima dengan 4 cewe dan gue cwo sendirian, nah perjalanan calon pacar gue itu termenung aja liatin jalanan, yang
Langganan:
Postingan (Atom)
