Powered By Blogger

Jumat, 27 Agustus 2021

Arshaka.

 Setelah sekian lama, keadaanku sekarang sangatlah berbeda dengan sebelumnya, sekarang aku sudah punya anak laki laki bernama arshaka ramadhan ibrahim, dia lahir pada tanggal 18 april 2021 di rumah sakit EMC Bandung barat dekat dengan rumah Mamaku, dia lahir pada pukul 12.30 Siang, hari minggu sepertiku, dia lahir secara normal tanpa caesar, alhamdulilah, dia adalah anak yang baik tidak pernah menangis di awal kelahiranya, aku teringat ketika istriku mengejan dan keluarlah sesosok bayi mungil dari rahimnya, dan air mataku pun tak terasa mengalir, takjub terhadap ciptaaNya, bangga kepada istri lega semuanya campur aduk, aku ditemani mamaku pada saat itu, dan 2 bidan yang menangani, setelah dibersihkan kemudian bayi yang baru lahir itu diobservasi terlebih dahulu, agar menyesuaikan dengan suhu tempatnya berada, setelah kira kira 15 menit kulit bayi seperti menyesuaikan dengan keadaan suhu lingkungan, muali berwarna merah, asalnya warna kulitnya warna biru tepat setelah lahir.

malamnya setelah tadi siang istriku lahiran, aku tidur dirumah sakit menemani istriku yang baru lahiran, dan menunggu bayi yang sedang di observasi, keadaan kamar yang kami tempati waktu itu berisi 4 keluarga, dan aku salah satunya, ruangan berukuran 3x4 kurang lebih, dan para suami tidur secara duduk disamping istrinya, dan itu menyulitkanku untuk tidur pada malam itu.

pukul setengah 5 pagi orang tua istriku telah sampai di stasiun cimahi, dan aku menjemputnya, mertuaku datang bersama adik istriku, dan aku pun membawa mereka ke rumah sakit tempat bersalinya istriku. pada besok paginya orang tuaku datang untuk menjemput kami kerumah.

sekarang anaku berumur 5 bulan lebih dia berevolusi menjadi anak yang lincah berbadan gempal dan berkulit putih sepertiku, wajahnya sekilas mirip denganku, ada bagian juga yang mirip dengan istriku, tapi kyaknya kalo udah gede lebih mirip dia (istriku), dia minum susu formula sewaktu lahir dan diselingi asi, asi istriku tidak terlalu lancar, sempat mencoba preduk asi booster tapi hasilnya kurang memuaskan.

semoga anakku nanti menjadi anak yang sholeh, anak yang sehat, anak yang cerdas, berbakti kepada orang tua, menjadi kebanggaan keluarga dan negara,, aamiin

Sabtu, 11 Juli 2020

corona

aku sekarang lagi diam dirumah angin kipas berhembus ke muka diiringi menerbangakan asap rokok yang keluar dari mulut, aku sekarang sudah menikah dan yang kurasakan 50 persen kehidupanku berubah drastis, dan kadang kalo ditinggal terbang sifat asalku kembali lagi, merokok didalam rumah dan makan banyak, tapi 50 persen yang terjadi pada diriku aku bertambah rajin dan lebih berfikir visioner serta berhati hati dalam bertindak, dibulan kemarin corona melanda yang menyebabkan banyak orang kelimpungan soal ekonomi, begitupun aku, sudah 3 bulan kemarin aku mengambil sedikit demi sedikit uang tabunganku untuk membeli keperluan sekunder,,,
aku menyadari ini sangatlah menyiksa untuk semua orang karena bencana kali ini tidaklah terlihat dan dapat menyatu dengan udara, kami pun setiap meninggalkan rumah selalu menggunakan masker, serta banyak juga dari teman sekantorku yang di phk sepihak dari perusahaan, apakah semua ini adalah konspirasi atau semua ini adalah nyata,
apabila keadaan saat ini hoaks maka oknum minoritas yang terlibat sangatlah brilian, tahukah kamu semua orang takut dengan virus ini kecuali orang yang tinggal di hutan jauh dari media informasi, mereka mungkin hanya takut kepada tuhan dan takut agar tidak makan esok hari, dan aku pun bahagia apabila keadaan seperti ini bayangkanlah apabila semua ini masih dalam zona merah, karbondioksida yang dihasilkan dari kendaraan ataupun mesin dari perusahaan akan menurun drastis, oksigen dari pohon pun akan meningkat, tempat hiburan akan ditutup, pendidikan ada dirumah, kita seperti kembali ke titik sebelum adanya zaman modern
terkadang aku muak dengan semua hal yang terjadi saat corona belum melanda, semua orang tidak berhenti bekerja mencari uang, berambisi bahkan mayoritas tamak, mereka minoritas makan enak menghamburkan uang, bersenang senang ketawa berbahagia menggunakan baju indah mereka, tapi lihatlah wabah ini tak mengenal kasta tidak mengenal gender dan juga tak mengenal manusia manapun yang ada didunia ini, sebuh mahluk kecil tak terlihat kasat mata tetapi bisa menyatukan menundukan semua manusia dengan agar selalu dekat dengan keluarga terdekat, dan selalu mengingat Tuhan, akal manusia hanyalah secuil dari kehebatan alam semesta

Sabtu, 04 April 2020

udah lama banget gue ga nulis sesuatu diblog gue tercinta, memang blog ini sepi dari pengunjung tapi ga apalah, lagian gue sangat sibuk akhir" ini,
btw sekarang gue udah lamaran sekarang, dan perempuan yang beruntung itu bekerja sebagai pramugari sekarang dimaskapai sebelah, gue bersyukur banget punya calon istri kayak dia, dia itu cantik rajin masak, jago make up, setiap dia terbang dia bawain gue oleh oleh, dia pun religius dan berasal dari keluarga baik yang religius juga, dia adalah anak pertama dari 3 bersaudara, dia mempunyai 2 adik yang baru lulus kuliah dan satu masi sma, wkkw gue gak nyangka bakalan nikah ama dia karena pertama gue ketemu ama dia, dia acuh ama gue, waktu iitu ceritanya gue niatnya mau jalan ama 2 temen gue cabin batik, pas setengah jam lagi mau berangkat, temen gue cabin lion maksa pengen ngikut dan dia maksa temenya juga, mau gamau gue iyain karena kasian gue jarang ketemu ama dia, berangkatlah kita ke mall karawaci berlima dengan 4 cewe dan gue cwo sendirian, nah perjalanan calon pacar gue itu termenung aja liatin jalanan, yang

Rabu, 18 September 2019

damn

menikah akankah aku menikah layaknya manusia pada umumnya?
apakah kebosanan ini disebabkan karena aku terlalu penyendiri?
mengapa teman teman terdekatku menikah diumur yang masih merelakan masa muda mereka?, apakah mereka juga kesepian seperti aku sekarang?
apakah masa mudaku berarti apabila sudah menikah?
menjalani hidup bersama layaknya orang dewasa, belajar menjadi dewasa mempunyai tanggung jawab dan berfikir kritis,?
apakah sewaktu kecil mereka sudah memikirkan hal ini?
apakah mereka punya cita cita yang didambakan?

aku punya cita cita agar semua orang dapat menggapai cita citanya dengan lebih mudah, dan bisa tersenyum akan cita cita nya,
aku terlalu pemalas untuk melakukan hal itu
aku bisa
sendirian
tapi aku terlalu malas

sepertinya indah melihat senyuman mereka

maaf ya

ingatan

semua angan angan manusia terkadang hanya kehampaan apabila semuanya fana, di kehidupan lama apakah seperti ini ?
aku bekerja untuk hidup dan seakan hidup hanya untuk bekerja apakah ini proses yang Tuhan berikan kepadaku, tak apa apabila kehendak Tuhan seperti itu, aku sangat menerimanya, mungkin juga ini merupakan proses dmna pendewasaanku dimulai, dipersiapkan agar bisa menghadapi kehidupan yang lebih menantang, dan semua orang disekitarku mungkin adalah skenariomu juga, agar melengkapi kekurangan diriku, aku terkadang bosan akan semuanya, tapi mungkin akan lebih apabila aku hanya termenung akan cita cita yang tak pernah kulangkahkan, aku bosan akan kesibukan tak berarti yang jangan sampai merenggut umurku skarang, aku jengah dengan kebodohan, dunia itu luas tapi aku terkekang di dunia yang luas ini, aku tak bisa menjadi orang lain, entahlah..

Selasa, 17 September 2019

pemikir

kursi kantor yang bahagia karena telah diduduki orang yang bersyukur terhadap tuhan, serta meja sebagai tameng dan mouse sebagai tangan, anggaplah monitor sebgai tubuh dan keyboard tak behenti mengoceh, oke cpu lu sebagai otak, jadi aku siapa?
aku menjalankan mereka "komputer" layaknya manusia, dengan bahasa yang baik, serta tingkah laku yang menurutku melebihi kehidupan asliku, dulu waktu kecil orang negara ini adalah manusia, mirisnya entah mengapa setelah mereka dewasa, apakah jalan menjadi manusia ini yg telah mereka pilih, maksudku hanya sedikit segelintir yang telah menjadi manusia setelah mereka menjadi dewasa, dan sisanya hanya menjadi "robot" yang takluk akan pembuat aturan, bodoh yaitu si tamak,
aku tidak baik, tidak bnyak yang bisa aku contohkan untuk sekitarku, tapi aku mngerti permasalahan yang menurutku kelam ini, kasihan generasi mendatang harus merasakan beban kebodohan yang terlapisi tembok maha besar, ditambah lingkungan yang sama bodohnya,
aku suka menjadi pemikir,
-bersambung

Rabu, 07 November 2018

dan akhirnya gw nulis yang harusnya gw tulis sejak lama, malam ini jam setengah 12 gw belum tidur, sudah lama rasanya tidak menulis, melihat terkahir hw posting yaitu awal tahun ini dan gw lanjut nulis diakhir taun, entah berapa kebodohan yang gw lalui saat ini, gw sekarang tersibukan oleh kuliah dan kerjaan planing yang semakin menumpuk ditambah deadline yang entah kapan selesai, sekarang gw jomblo dan kayaknya gw harus secepatnya nyari pengganti kalo engga populasi wanita perawan akan makin trgerus oleh zaman aneh ini, malam ini gw ditemani oleh 4 non blondes bersama lagunya whats up, hampir ga banyak yang berubah dari postingan sebelumnya, tapi kali ini ga banyak sesal yang mau gw posting karena, mungkin udah saatnya bagi gw buat menyusul ketertinggalan gw diantara teman teman yang lain, gw punya target yang mungkin efektif untuk mengatasinya yaitu gw membuat rencana untuk antisipasi dari setiap tujuan yang gw lakukan dan mencari relasi sebanyak mungkin, oiya badan gw bertmbah besar dan celana dan baju sudah lama tak muat mungkin rizki mulai senang karenanya, doakan saya yang terbaik untuk saat ini saya bersyukur akan segala hal yang tuhan berikan, walau semua kebiasaan dahulu perlahan pudar, mungkin ini yang dinamakan beranjak dewasa, semoga hambamu mempunyai pendamping terbaik aamiin dan dilancarkan semua urusanya,