Powered By Blogger

Senin, 29 Februari 2016

tulisan tuhan

judul udh gw tulis dan sekarang saatnya gw nulis isi dari sebuah takdir yang baru 20 tahun gw jalani akhir" ini, takdir yang kemarin" udah tertulis dalem lauhful mahfudz tuhan dan gw gak inget apa dalem isi tulisan dalam kitab lauhful itu yang pasti isi dalemanya, berupa semua takdir umat manusia dari mulai lahir ke dunia hingga akhir hayat ntu manusia dikubur dalem tanah,,,
dan gw pun tertidur dalam fantasy aneh yang dinamakan kebosanan, disini arianti lagi senyum pun kayaknya kalah oleh serbuan kebosanan ieu,,, dan fikiran gw melayang layang,,
dan teringatlah gw lagi nulis di blog dan ngebayangin bahwa setiap bayi yang terlahir ke dunia adalah mahluk yang jenius, jenius disini penggunaan otak mereka diatas rata" manusia dewasa maupun remaja pada umumnya, tapi otak mereka belum terbentuk sepenuhnya prefrontal cortex mereka belum terdoktrin oleh dunia yang kejam nan menyakitkan kayak kamehame cell, otak kanan maupun kiri bekerja seimbang, dan mereka pun dianugerahi titit kecil nan lucu, dan mungkin itulah sebabnya hero inteligent itu lemah lemah darahnya dikit dikit, keunikan yang berbeda beda tiap budaknya, kemudian setelah masa prenatal bayi tersebut disuguhkan lingkungan yang sangat alay dimasa depan entah itu media semisal tv radio internet maupun lingkungan yang sudah tercemar akan limbah media, bayi baik tersebut dengan jari jemari kecil imutnya mengonsumsi kebodohan tanpa sepengetahuan orang" bodoh disekelilingnya, menatap dengan mata berpelangi berkaca berair, berusaha mengerutkan dahi, dan kemudian melebarkan senyum yang entah itu sebuah kebahagiaan atau entah sebuah tanda tanya,,, yaa didunia ini kita diajarkan realistis terikat oleh doktrinan manusia zaman dahulu yang memercayai bahwa itulah kebenaran mutlak yang patut dan wajib dilaksanakan, dan entah ifrith mana yang telah merasuki orang tepenting didunia, sehingga menyebabkan kerusakan material maupun mental, global warming maupun schizofernia, serta manipulasi pembodohan yang secara tak langsung ada tembok besar tak terlihat yang menutupi mata kita maupun benak alam bawah sadar kita, yang pada akhirnya menjadi bangkai tak bernyawa, gw pun sangat malas melanjutkan tulisan tak bermanfaat and see yu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar